Rabu, 15 Maret 2017

Liberalisme vs Sosialisme

I.                   Liberalisme
Liberalisme merupakan paham yang saat ini dominan di dunia, sebuah ideologi yang menawarkan konsep kebebasan individu dalam memilih jalan hidupnya, dan individu sebagai pusat perkembangan peradaban menjadikannya banyak diresapi oleh negara-negara di dunia.
Lalu, apakah liberalisme menjadi sebuah acuan utama dalam pengambilan keputusuan pemerintah, seperti halnya kasus hukum prostitusi di Swedia dan Belanda, kedua negara tersebut merupakan negara yang menganut demokrasi liberal, namun memiliki pendekatan yang berbeda dalam menerapkan kebijakan tentang prostitusi, untuk itu perlu kita pahami makna liberalisme secaram mendasar.
Liberalisme tidak bisa hanya diklaim saja, bahwa suatu negara merupakan sebuah negara liberal. Akan tetapi, terdapat beberapa kriteria yang menyatakan bahwa suatu hal dapat menerapkan liberalisme jika, pertama, terdapat pembenaran mengenai hal ini dari institusi politik, kedua, konstitusi dan kebijakannya harus berdasarkan pada prinsip liberal, ketiga, sikap individu dan institusi yang menjalankan konsep prinsip liberalisme. Oleh karena itu, ketiga hal tersebut menjadi dasar utama dalam memaknai konsep liberalisme yang ditetapkan oleh suatu negara, yang tentunya dapat memberikan pemahaman mendasar.
Selain itu, dalam konsep liberalisme dikenal istilah ‘toleransi’ peristiwa reformasi diberbagai negara yang diwarnai aksi radikal serta perang antar agama, menjadi sebuah kecaman bagi kelangsungan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, paham liberalisme mulai menengahi hal ini, dengan prinsipnya yang mengutamakan hak individu dan saling menghormati antara hak individu yang satu dan yang lainnya, menjadi acuan paham ini untuk banyak berkembang diberbagai negara, dalam hal ini itulah yang disebut dengan toleransi, saat berbagai macam pendapat bahkan begitu banyaknya perbedaan menjadi dapat berdampingan karena asas saling menghormati antara satu dan yang lainnya.
Salah satu kajian penting dalam liberalisme adalah utilitarianisme yang dijelaskan oleh Jon Stuart Mill. Ia mengartikan kebebasan secara filosifis, yaitu terdapat hubungan prinsip-prinsip politik terhadap teori nilai. Ia menjelaskan bahwasanya kebebasan selalu terkait dengan keperluan/kebutuhan, dalam hal ini, tentu tujuan utamanya adalah untuk mencapai kebahagiaan bukan untuk kepuasan semata. Dengan demikan, terdapat perbedaan mendasar antara kepuasan dan kebahagiaan. Namun, Ia medefinisikan bahwa kebebasan dalam konteks utilitarianisme adalah menjadi manusia yang menikmati keadaan sekitarnya dan mampu untuk berfikir, mengekspresikan ide, menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan.
Pada intinya, liberalisme meyakini bahwa setiap manusia itu bebas dan setara. Namun bukan berarti semua hal itu berjalan tak sewajarnya, dalam arti lain tak ada batasan, semuanya ada batasan baik secara legal yang disepakati lewat hukum, atau secara normatif yang diperoleh dari prinsip saling menghormati antara setiap individu. Perkembangan liberalisme meliputi kajian berbagai aspek, seperti halnya teori kontrak, hak asasi manusia, dan konsep utilitarianisme sehingga lazim terjadi perdebatan antara golongan kanan dan kiri. Oleh karena itu, interpretasi liberalisme itu sendiri berbeda-beda disetiap wilayahnya.
II.                Sosialisme
Sosialisme seringkali menjadi cibiran karena eksistensinya. Berbagai permasalahan yang menyebabkan sosialisme tidak dapat diimplementasikan dengan baik, salah satunya adalah masalah keragaman. Variasi dan ciri khas serta dominasi ideology saat ini menjadi kendala utama terwujudnya suatu negara sosialis, karena saat ini dunia begitu ramai membicarakan demokrasi, sehingga dalam hal ini kajian mengenai sosialisme pun ikut tercampur menjadi konsep sosial demokrasi, yang tentunya memiliki perbedaan dengan sosialisme pada umumnya.
Sosialisme dapat dipahami melalui beberapa kriteria, pertama, sebuah langkah optimis melalui naluri alami manusia yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk berinteraksi dan hal yang lainnya. Kedua, penekanan terhadap kerjasama, sosialis sangat mengedepankan kerjasama dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek ekonomi tidak hanya memberkin keutungan besar untuk segelintir golongan saja. Ketiga, pandangan positif terhadap kebebasan, yang tentunya dalam konteks sosialis. Keempat, dorongan terhadap kesetaraan. Keempat nilai atau kriteria tersebutlah yang bisa dikategorikan sebagai sekumpulan sosialis. Oleh karena itu, hal ini mengartikan bahwa sebuah dorongan dari dalam diri manusia untuk membentuk sebuah golongan yang lebih menekankan aspek sosial serta dorongan sistem untuk mengimplementasikan hal ini kedalam sebuah kehidupan sekelompok manusia atau negara dapat diartikan sebagai sosialisme.
Jika berbicara mengenai sosialisme maka hal ini tak luput dari pemahaman marx mengenai sosialisme, hal ini seringkali disebut marxisme, marx dan engel menyatakan hal ini adalah sebuah kajian ilmiah, yang disebabkan beberapa faktor, yaitu: pertama, teori konflik antarkelas, hal ini mengandung kajian permasalahan ekonomi dan politik pada realitanya. Seringkali karena kesenjangan tersebut terjadilah perang. Kedua, teori revolusi, dalam hal ini teori revolusi digambarkan sebagai manifesto komunis, merupakan sebuah cita-cita marx akan sebuah wilayah yang damai, khususnya secara ekonomi dan politik. Ketiga, teori sejarah, setiap kelompok memiliki sejarah akan terlahirnya atau bertahannya kelompok tersebut, sehingga hal itu meruapakan sebuah bahan edukasi untuk masa depan. Keempat, teori kumpulan manusia, hal ini mempelajari aktivitas manusia dan tentunya berkaitan dengan ketiga teori lainnya, karena kumpulan manusia menjadi objek utama, khusunya dalam menjadikannya setara antara satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lowell Barrington, Comparative Politics Structures and Choices (Australia: Wadsworth, 2013), 227-257. & Peter Calvert, Comparative Politics: An Introduction (Harlow: Pearson, 2002), 297-320.

Bagaimanakah menghubungkan elite dan massa dalam proses politik? Literatur kali ini membahas dan mengeksplorasi konsep-konsep mengenai el...